toko dan pengrajin cincin perak pasangan
News

ARTIKEL RELIGI

28 Juni 2014

Bersabarlah! Disaat Musibah & Cobaan Datang

Ditengah kebahagiaan. Tiba-tiba musibah datang memporakporandakan semua. Musibah menjadi terasa teramat berat karena kita sedang berbahagia. Biasanya ditengah kebahagiaan seperti itu kita lengah. Jika ada hal yang buruk kita benar-benar terhenyak dibuatnya. Sama sekali tidak kita sangka. Kebahagiaan mampu membuat diri kita mabuk kepayang. Kita tidak dalam keadaan sadar dan mawas diri dengan keadaan sekeliling kita karena kita merasakan kenikmatan yang tiada tara sehingga begitu tertimpa kepedihan membuat tubuh kita seolah terguncang hebat. Tanpa kita sadari terucap oleh kita. ‘Ya Allah, kenapa ini terjadi pada diriku? Aku tidak lalai, tapi aku tidak siap. Aku tidak melupakan diriMu, tetapi aku sedang berbahagia.’

Sahabatku, Bersabarlah! Disaat Musibah Itu Datang. Sabar menerima musibah membuat tubuh kita menjadi ringan dari penderitaan bahkan mampu menghapus dosa-dosa kita. Setiap musibah, ujian cobaan yang datang akan disesuaikan dengan kadar kemampuan kita dalam menerimanya karena Allah sangatlah memahami seberapa kekuatan kita dalam menerimanya sehingga Allah tidak akan memberikan musibah, ujian cobaan diluar kesanggupan kita. Musibah hadir di dalam kehidupan kita sebagai proses menyucikan kita dari segala kotoran yang melekat dalam jiwa kita sehingga dosa dan segala kotoran jiwa kita dibersihkan dengan kekuatan daya pembersihannya.

Musibah, ujian cobaan adalah provident partner dalam hidup ini. Bila kita memahami bahwa musibah, ujian cobaan sebagai provident partner di dalam kehidupan kita maka sudah sepatutnya kita mampu menyambut disetiap musibah dengan lapang dada dan rasa optimis di dalam hidup ini bahwa Allah memuliaan hidup kita dengan berbagai cara yang indah, terkadang sekalipun kita merasakan hal itu menyakitkan dan membuat hati terasa pedih karena Allah memberikan kita provident partner yang lebih kuat tangguh. Semakin kuat tangguh provident partner kita malah semakin baik agar kita menjadi kuat dan tujuannya hanya satu agar anda bisa menjadi pemenang. Pemenang yang diberikan keberkahan yang sempurna rahmat Allah serta mendapatkan petunjuk.

“Dan Sesungguhnya akan kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan, Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila tertimpa musibah mereka mengucapkan ‘inna lillaahi wa inna ilaihi raajiuun’ (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepadaNya kami akan kembali). Mereka itulah yang mendapatkan keberkahan yang sempurna dan rahmat Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapatkan petunjuk.”(al-Baqarah : 155 -157).

 

 

Keajaiban Doa Ditengah Cobaan


Bila anda sedang mendapatkan cobaan dan ujian kehidupan maka ucapkanlah ‘Hasbunallah wanikmal wakil’ Artinya, ‘Cukuplah Allah menjadi penolong bagi kami Dia sebaik-baik pelindung.’ (QS. ali-Imran : 173). Maka akan datang pertolongan Allah untuk anda. Keajaiban doa ditengah cobaan itu begitu nyata. Allah memberikan pertolongan bagi dirinya. Begitulah tutur seorang ibu bahwa disaat dirinya dan keluarga dihempas dengan berbagai ujian cobaan. Rumahnya akan disita oleh bank. Tinggal beberapa hari lagi petugas bank akan melakukan penyitaan. Dirinya bersama keluarga hanya bisa menangis penuh kesedihan. ‘saya harus tegar, menukar kesedihan dengan harapan’ katanya. ‘Harapan satu-satunya hanya berdoa kepada Allah, memohon pertolongan kepadaNya. selain sholat fardhu, saya sholat tahajud setiap malam sampai airmata rasanya sudah mengering.’ isak tangisnya terdengar memilukan.

Pagi itu semua keluarga diliputi oleh tangis sendu di teras rumah, sambil menunggu detik-detik penyitaan rumah kami. Kami ingin menyaksikan rumah kami untuk terakhir kalinya. Rumah dimana anak-anak lahir dan dibesarkan penuh cinta serta kasih sayang. Para tetangga tak kuasa menahan haru melihat kami. Solidaritas para tetangga hadir menunggu petugas bank hadir. Tiba-tiba kami dikejutkan oleh kedatangan surat pembatalan sita. Subhanallah, Maha Suci Allah. Dirinya menjerit kegirangan. Doanya didengar oleh Allah. Suaminya selalu mengingatkan bahwa pada tahap seperti ini ujian dan cobaan selalu datang silih berganti. Entah benar atau tidak kata suami, peristiwa ini semakin mengokohkan dirinya dan keluarganya untuk mantap dijalan yang diridhai oleh Allah. Ujian berikutnya menyusul, putranya mengalami pembengkakan dikelopak matanya. Menurut pemeriksaan dokter dia harus dioperasi. Waktunyapun sudah ditentukan, beberapa hari lagi. Secara medis dia percaya bahwa operasi adalah satu-satunya jalan untuk menyembuhkan sakit putranya. Namun tak lupa dirinya memanjatkan doa kepada Allah. Setiap malam dirinya menjalankan sholat tahajud.

‘Subhanallah, sebelum jatuh dash operasi. Penyakit yang berada dikelopak mata putra saya menghilang dan sembuh. Awalnya saya ragu, bagaimana mungkin bisa sembuh? kami kemudian pergi ke dokter ahli dan putra saya dinyatakan sembuh sampai si dokternya juga bingung dan menanyakan apakah saya telah pergi ke dokter lainnya?’ tuturnya dengan mengusap airmatanya yang terus menetes. Allah memang benar-benar sedang menguji dirinya dan keluarga, ketika sudah melewati semua itu kehidupan rmah tangganya begitu terasa indah dan kini sebagai pemilik rumah makan yang cukup ramai, kini hidupnya keluarga sekarang menjadi lebih tentram dan bahagia. Meski kerja keras merupakan kebiasaannya namun kewajiban sholat lima waktu semakin membuat dirinya dan keluarga semakin bersemangat untuk melaksanakannya. ‘Dan saya sudah sepakat bersama suami dan anak-anak untuk menyisihkan penghasilan rumah makan kami untuk Rumah Amalia. Rasanya rizki yang kami peroleh makin melimpah.’ Tutur beliau.

Keajaiban Doa, Selamat Dari Musibah


Di Rumah Amalia ada seorang bapak yang juga pengusaha yang taat dalam menjalankan ibadahnya. beliau suka hadir ditengah kami bersama anak-anak Amalia untuk bershodaqoh. Penampilannya begitu sederhana, terkadang maen ke rumah Amalia dengan mengendarai engine atau vespanya. Beliau pernah bertutur berbagi pengalaman yang merubah orientasi hidupnya kala dirinya berada diujung lorong kematian. “Mungkin, mas agus syafii tidak percaya dengan cerita saya ini tapi itulah kenyataan yang saya alami.’katanya. Beliau mengidap radang kantung empedu. penyakitnya sangat parah, bahkan dokter mengatakan hidupnya hanya tinggal 25%. Awalnya merasakan rasa dingin di kakinya naik ke paha, perut hingga ke ubun-ubun. Rasa dingin itu seolah berjalan begitu perlahan. ‘Saya membayangkan nyawa saya sudah berada diujung kematian’ katanya dengan berlinang atmosphere mata. ‘Semua perbuatan kotor saya seperti terlihatkan, hanya satu yang saya inginkan. Mati dalam keadaan bersyahadat’ tutur beliau tanpa ekpresi.

Sejak kecil beliau di didik dilingkungan pesantren. Setelah selesai SMA dirinya mengadu nasib di Ibukota namun perjalanan hidupnya tidak seperti yang ia bayangkan. Awalnya berdagang pakaian di Pasar Jakarta Selatan. Usahanya sukses namun semakin sukses dirinya semakin jauh dari agama. Kehidupan malam dan minuman keras terasa nikmat. Beliau menjadi tersadar justru setelah sakitnya parah. Yang pale ditakutkan oleh dirinya kehilangan momen membaca kalimah syahadat dipenghujung hayatnya. dirinya mengalami diujung lorong batas antara kematian dan kehidupan. Dalam keadaan tidak sadarkan diri, dirinya melihat bayangannya sendiri. Beliau bergerak melakukan apa yang pernah dia perbuat di masa lalu. ‘Saya seperti melihat film yang aktornya adalah diri saya sendiri.’katanya, ‘semua saya melihatnya dengan jelas, saya pernah menyia-nyiakan anak dan istri saya hanya karena menuruti kesenangan, sampai saya menangis meraung-raung menyesali semua kebodohan yang saya pernah saya lakukan.’ lanjutnya.

Ketika beliau melihat semua dosa-dosanya yang menakutkan disaat itu juga dirinya memohon ampun kepada Allah, tuturnya,’begitu saya memohon ampun kepada Allah, saya berjanji untuk tidak melakukannya lagi. Disaat itu semua yang menyeramkan hilang semua.’ Dirinya merasakan melewati sebuah lorong gelap sampai menuju tempat yang begitu indah dan nyaman. tempat itu seperti dikampung halamannya waktu beliau dimasa kecil. Dari yang dialami beliau itu pandangan hidupnya telah berubah. kehidupan yang bergelimang maksiat dirinya menjadi lebih mencintai Allah dan menjalankan semua perintahNya serta menjauhi laranganNya. ‘dan itu tidak mudah mas agus syafii.’katanya. Untuk mencintai Allah kita harus menghadapi tantangan. Tantangan itu untuk membuktikan apakah kita benar-benar mencintai Allah atau tidak.’ tutur beliau dpenghujung malam perjumpaan kami. Airmatanya benar-benar telah mengalir untuk Sang Khaliq, Allahyang Maha Besar.

sumber : yahoo



Baca juga
  » 19 November 2014
Top 5 Bisnis: Sorotan Dunia buat Jokowi Terkait Harga BBM
Keputusan Presiden Joko Widodo menaikkan harga BBM ikut jadi sorotan dunia, mengingat dirinya belum lama memimpin negara ini.

  » 18 November 2014
Umumkan Sendiri Kenaikan Harga BBM, Jokowi Lebih Berani dari SBY
Tanpa diwakilkan, Jokowi mengumumkan kenaikan harga BBM di Istana Merdeka. Berbeda dengan SBY, di mana kenaikan harga BBM diumumkan menteri.

  » 17 November 2014
Ini Tandanya Perempuan Anda Selingkuh
Dia mulai memiliki rahasia dan menghindar dari Anda.

  » 16 November 2014
Menteri Susi: Perairan Daerah Perbatasan Harus Diperhatikan
Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti menuturkan, pencurian ikan sangat besar di Kalimantan Barat perlu kerja sama semua pihak.

  » 2 November 2014
ARTIKEL KESEHATAN
Kumpulan artikel kesehatan